Perkembangan teknologi AI memunculkan profesi baru dengan gaji tinggi
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga menciptakan berbagai jenis profesi baru. Di tengah kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia, sejumlah bidang justru mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.
Berdasarkan analisis dari platform intelijen tenaga kerja Pave, terdapat beberapa profesi yang diperkirakan memiliki prospek cerah di masa depan. Data tersebut dikumpulkan dari sekitar 8.700 perusahaan yang dianalisis untuk melihat tren kebutuhan tenaga kerja di era teknologi AI.
Menurut data Pave, munculnya profesi baru ini tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi AI, tetapi juga implementasinya dalam berbagai sektor bisnis. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan kompensasi yang lebih tinggi dibanding profesi tradisional di bidang teknologi.
Profesi Teknologi yang Tumbuh Pesat di Era AI
Salah satu pekerjaan yang paling banyak dibicarakan adalah AI Engineer. Profesi ini bertugas mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam sistem perangkat lunak perusahaan.
Berdasarkan data Pave, pada Januari 2023 hanya sekitar 2,7 persen perusahaan yang mempekerjakan setidaknya satu AI engineer. Namun pada Januari 2026, angka tersebut meningkat menjadi 8,4 persen perusahaan.
Dalam praktiknya, AI engineer bekerja bersama software engineer untuk membangun sistem digital yang mampu memanfaatkan teknologi AI. Jika software engineer berfokus pada pengembangan sistem perangkat lunak, maka AI engineer bertanggung jawab menerapkan model AI ke dalam produk yang siap digunakan.
Selain AI engineer, profesi yang juga mulai berkembang pesat adalah Go To Market Engineer atau GTM Engineer. Posisi ini berada di antara bidang penjualan, pemasaran, dan pengembangan perangkat lunak.
Tugas utama GTM engineer adalah membangun sistem operasional bisnis yang memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung strategi pemasaran dan penjualan perusahaan.
Menurut data Pave, pada Januari 2023 hanya sekitar 0,1 persen perusahaan yang memiliki posisi ini. Namun pada Januari 2026 jumlahnya meningkat menjadi 1,3 persen perusahaan.
Dari sisi pendapatan, profesi ini juga cukup menjanjikan. Pave mencatat bahwa GTM engineer bisa memperoleh sekitar 24,7 persen gaji lebih tinggi dibandingkan profesional di bidang serupa yang masih menggunakan pendekatan tradisional.
Profesi berikutnya adalah Forward Deployed Engineer atau FDE. Pekerjaan ini sebenarnya telah ada sebelum tren AI berkembang pesat. Namun kehadiran teknologi AI membuat peran FDE menjadi semakin penting.
FDE biasanya bertugas membantu perusahaan klien dalam menerapkan sistem AI yang kompleks ke dalam operasional mereka.
Data Pave menunjukkan bahwa pada Januari 2023 sekitar 0,3 persen perusahaan memiliki posisi FDE. Angka tersebut meningkat menjadi 1,6 persen perusahaan pada Januari 2026.
Dari sisi penghasilan, profesi ini juga cukup kompetitif. Gaji pokok rata rata FDE tercatat 40,3 persen lebih tinggi dibandingkan profesional lain di bidang yang setara.
Selain posisi teknis, kebutuhan terhadap peran kepemimpinan dalam transformasi AI juga semakin meningkat. Salah satu posisi yang mulai banyak muncul adalah AI Transformation Lead.
Profesi ini berperan membantu perusahaan mengidentifikasi peluang penggunaan AI yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Menurut data Pave, posisi AI Transformation Lead mulai muncul pada awal 2023. Seiring berkembangnya penggunaan teknologi AI di perusahaan, kebutuhan terhadap posisi ini terus meningkat.
Pada Januari 2026, lebih dari 2 persen perusahaan dilaporkan sudah memiliki pemimpin transformasi AI di dalam organisasi mereka.
Dari sisi kompensasi, profesi ini juga menawarkan penghasilan yang cukup tinggi. AI Transformation Lead diketahui memperoleh sekitar 30,2 persen lebih tinggi dibandingkan profesional di bidang strategi operasi bisnis.
Kemunculan berbagai profesi tersebut menunjukkan bahwa teknologi AI tidak hanya menggantikan pekerjaan lama, tetapi juga membuka peluang karier baru di berbagai sektor industri.
Perusahaan yang sebelumnya hanya bereksperimen dengan AI kini mulai membangun tim khusus dan infrastruktur internal untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara lebih luas.
Kondisi ini membuat permintaan tenaga kerja dengan kemampuan teknologi AI diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Referensi:
Bloomberg Technoz