Disponsori
  • Thank you for loving me.
    Prompt di komen
    Thank you for loving me. Prompt di komen
    Like
    1
    1 Komentar 0 Bagikan 437 Tampilan
  • midnight, still thinking of u.

    #AIART
    midnight, still thinking of u. #AIART
    Like
    1
    0 Komentar 0 Bagikan 798 Tampilan
  • AI Playground Trenmedia: Studio Kreatif "Zero-Typing" untuk Visual Masa Depan
    Dunia Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat, namun tantangan terbesar bagi banyak orang tetaplah sama: Bagaimana cara membuat prompt yang sempurna? Seringkali, hasil gambar AI tidak sesuai ekspektasi hanya karena pilihan kata yang kurang tepat.Menjawab tantangan tersebut, Trenmedia secara resmi meluncurkan AI PLAYGROUND V1. Sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang khusus sebagai...
    Like
    1
    1 Komentar 0 Bagikan 1970 Tampilan
  • Startup AI Anthropic Hadapi Risiko Diblokir Pentagon Seperti Huawei China
    Anthropic terancam kehilangan kontrak pemerintah AS setelah Pentagon menyebut perusahaan AI itu sebagai risiko dalam rantai pasok teknologi militer Perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, Anthropic PBC, menghadapi risiko besar setelah Departemen Perang Amerika Serikat menilai perusahaan tersebut sebagai risiko dalam sistem rantai pasokan teknologi militer....
    0 Komentar 0 Bagikan 1665 Tampilan
  • Cara Kerja AI dalam Operasi Militer Modern yang Digunakan AS di Timur Tengah
    Militer Amerika Serikat memanfaatkan teknologi AI untuk menganalisis data intelijen dan mempercepat keputusan operasi militer dalam konflik dengan Iran Perkembangan teknologi Artificial Intelligence atau AI kini tidak hanya digunakan dalam dunia bisnis dan industri digital. Teknologi ini juga mulai memainkan peran penting dalam strategi militer modern, termasuk dalam...
    0 Komentar 0 Bagikan 1462 Tampilan
  • OpenAI Rilis Codex Versi Desktop, Bidik Pasar Pengembang Global
    OpenAI meluncurkan aplikasi Codex versi desktop untuk memperkuat posisinya di pasar AI coding yang semakin kompetitif OpenAI resmi meluncurkan aplikasi Codex versi desktop sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisinya dalam persaingan alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan. Peluncuran ini ditujukan untuk menarik lebih banyak pengguna dan pelanggan bisnis di tengah...
    0 Komentar 0 Bagikan 1467 Tampilan
  • Adobe Animate Dihentikan, Strategi Baru Perusahaan Prioritaskan AI
    Adobe resmi akan menutup layanan Animate pada Maret 2026 seiring strategi perusahaan yang semakin fokus pada pengembangan AI Adobe resmi mengumumkan rencana penutupan layanan perangkat lunak animasi dua dimensi Adobe Animate yang akan berlaku mulai 1 Maret 2026. Informasi ini disampaikan melalui pembaruan di situs dukungan perusahaan serta pemberitahuan melalui surat...
    0 Komentar 0 Bagikan 1446 Tampilan
  • OpenAI Siapkan Media Sosial Bebas Bot, Verifikasi Pengguna Jadi Kunci
    OpenAI dikabarkan tengah mengembangkan media sosial bebas bot dengan verifikasi biometrik untuk memastikan semua akun dipegang manusia asli Setelah sukses mendominasi sektor kecerdasan buatan melalui ChatGPT, OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar berikutnya dengan mengembangkan platform media sosial baru. Berbeda dari media sosial pada umumnya, platform ini...
    0 Komentar 0 Bagikan 1449 Tampilan
  • Cleopatra — Golden Elegance in the Silent Desert

    Dressed in a luxurious gold bodycon dress with a bold shoulder design and a Cleopatra-inspired headpiece, she radiates both power and elegance.

    #AIArt
    #AIPhotography
    #AIGenerated
    #AIModel
    #AIBeauty
    #HyperRealistic
    #DigitalPortrait
    Cleopatra — Golden Elegance in the Silent Desert Dressed in a luxurious gold bodycon dress with a bold shoulder design and a Cleopatra-inspired headpiece, she radiates both power and elegance. #AIArt #AIPhotography #AIGenerated #AIModel #AIBeauty #HyperRealistic #DigitalPortrait
    1 Komentar 0 Bagikan 3032 Tampilan
  • The Ultra-Crisp Horizon

    [GEMINI PROMPT BAHASA INDONESIA]
    JIKA TERLIHAT WAJAH: GUNAKAN FOTO WAJAH PENGGUNA SEBAGAI SUMBER IDENTITAS WAJAH SAJA. TRANSFORMASI DIBATASI KETAT PADA AREA WAJAH. SEMUA ELEMEN LAIN (POSE, FRAMING, KAMERA, LIGHTING, WARNA, TEKSTUR, KOMPOSISI DAN LAIN-LAIN) WAJIB IDENTIK DENGAN HASIL PROMPT INI.

    LOCK: UBAH GAMBAR YANG SAYA UPLOAD INI HANYA SEBAGAI ASPEK RATIO, TERAPKAN SEBAGAI BERIKUT:
    ASPECT RATIO 9:16

    Foto jepretan kamera ponsel cerdas kelas atas (Flagship phone camera shot) dengan sensor resolusi super tinggi, file RAW tanpa kompresi (uncompressed lossless RAW), menampilkan seorang wanita muda Asia sedang memanen cabai. Resolusi 8K ultra-detail tingkat gigapixel (gigapixel micro-details). Atmosfer udara sangat jernih (crystal clear air, zero haze, no fog), di bawah sinar matahari tengah hari yang terik (harsh midday sunlight) yang menghasilkan bayangan keras (hard shadows).

    Karakter & Anatomi: Subjek memiliki pose asimetris yang dinamis—tubuh berjongkok, bahu sedikit miring, dengan kepala menunduk (head tilt) dan memutar perlahan ke arah tanaman di sebelah kiri. Kulit wajah natural dengan detail mikroskopis pada pori-pori (extreme micro-pore texture), pantulan cahaya alami di kulit (subsurface scattering), dan senyum tipis. Rambut hitam lurus panjang tergerai alami dengan poni depan, setiap helai rambut terdefinisi tajam tanpa menyatu (individual wispy strands) mengintip dari bawah topi. Terdapat ketegangan otot yang realistis pada jari-jari tangan kanan.

    Kostum & Material: Subjek mengenakan topi jerami bertepi lebar (straw sun hat) melingkar dengan setiap serat anyaman terlihat tajam. Baju atasannya adalah kemeja lengan panjang cokelat unta (camel brown) berbahan katun tebal dengan detail benang jahitan yang sangat jelas (visible stitching). Kemeja flanel motif kotak-kotak diikatkan di pinggangnya, serat kain flanel (fabric micro-fibers) terekspos sempurna. Celana kain panjang hitam pekat, serta sepatu pantofel hitam matte. Dia memangku keranjang anyaman rotan dengan tekstur kayu kasar (rough wooden texture) yang sangat tajam walau di-zoom. Di dalam keranjang terdapat tumpukan cabai segar.

    Lingkungan & Geometri: Ladang cabai sangat luas (deep vanishing point). Setiap daun hijau memiliki detail urat daun yang tajam (hyper-detailed leaf veins). Permukaan tanah dilapisi plastik mulsa abu-abu perak dengan tekstur tanah kering retak (displacement detail) yang terekspos. Di latar belakang (background) yang tetap dalam fokus tajam (deep focus f/8), arsitektur rumah pedesaan dan dedaunan pohon pisang terlihat jelas ujung-ujungnya (crisp edges). Langit biru bersih tanpa awan.

    Teknis Kamera & Pencahayaan: Render PBR (Physically Based Rendering) murni. Pencahayaan "Natural Sunlight" dengan "Lighting Falloff" yang tegas. "Depth separation" kuat antara subjek dan latar. "Selective Saturation" menonjolkan warna merah cerah cabai (vibrant subject). "Texture Contrast" sangat jelas antara kilauan kulit buah cabai (glossy skin) dan kain katun (matte fabric). Fokus sangat tajam bagai silet (razor-sharp focus) menyebar merata di seluruh frame tanpa blur sedikitpun.

    [NEGATIVE PROMPT]
    pixelated, jpeg artifacts, low resolution, blurry, lossy compression, noise, soft edges, grainy, low detail, pixelation, upscaled poorly, 3d render, illustration, painting, cartoon, anime, studio lighting, perfectly symmetrical pose, center composition, looking directly at camera, depth of field blur, creamy bokeh, blurry background, atmospheric haze, fog, mist, dust, highly edited, cinematic filter, over-polished, volumetric lighting, god rays.
    🔎 The Ultra-Crisp Horizon 🌾 [GEMINI PROMPT BAHASA INDONESIA] JIKA TERLIHAT WAJAH: GUNAKAN FOTO WAJAH PENGGUNA SEBAGAI SUMBER IDENTITAS WAJAH SAJA. TRANSFORMASI DIBATASI KETAT PADA AREA WAJAH. SEMUA ELEMEN LAIN (POSE, FRAMING, KAMERA, LIGHTING, WARNA, TEKSTUR, KOMPOSISI DAN LAIN-LAIN) WAJIB IDENTIK DENGAN HASIL PROMPT INI. LOCK: UBAH GAMBAR YANG SAYA UPLOAD INI HANYA SEBAGAI ASPEK RATIO, TERAPKAN SEBAGAI BERIKUT: ASPECT RATIO 9:16 Foto jepretan kamera ponsel cerdas kelas atas (Flagship phone camera shot) dengan sensor resolusi super tinggi, file RAW tanpa kompresi (uncompressed lossless RAW), menampilkan seorang wanita muda Asia sedang memanen cabai. Resolusi 8K ultra-detail tingkat gigapixel (gigapixel micro-details). Atmosfer udara sangat jernih (crystal clear air, zero haze, no fog), di bawah sinar matahari tengah hari yang terik (harsh midday sunlight) yang menghasilkan bayangan keras (hard shadows). Karakter & Anatomi: Subjek memiliki pose asimetris yang dinamis—tubuh berjongkok, bahu sedikit miring, dengan kepala menunduk (head tilt) dan memutar perlahan ke arah tanaman di sebelah kiri. Kulit wajah natural dengan detail mikroskopis pada pori-pori (extreme micro-pore texture), pantulan cahaya alami di kulit (subsurface scattering), dan senyum tipis. Rambut hitam lurus panjang tergerai alami dengan poni depan, setiap helai rambut terdefinisi tajam tanpa menyatu (individual wispy strands) mengintip dari bawah topi. Terdapat ketegangan otot yang realistis pada jari-jari tangan kanan. Kostum & Material: Subjek mengenakan topi jerami bertepi lebar (straw sun hat) melingkar dengan setiap serat anyaman terlihat tajam. Baju atasannya adalah kemeja lengan panjang cokelat unta (camel brown) berbahan katun tebal dengan detail benang jahitan yang sangat jelas (visible stitching). Kemeja flanel motif kotak-kotak diikatkan di pinggangnya, serat kain flanel (fabric micro-fibers) terekspos sempurna. Celana kain panjang hitam pekat, serta sepatu pantofel hitam matte. Dia memangku keranjang anyaman rotan dengan tekstur kayu kasar (rough wooden texture) yang sangat tajam walau di-zoom. Di dalam keranjang terdapat tumpukan cabai segar. Lingkungan & Geometri: Ladang cabai sangat luas (deep vanishing point). Setiap daun hijau memiliki detail urat daun yang tajam (hyper-detailed leaf veins). Permukaan tanah dilapisi plastik mulsa abu-abu perak dengan tekstur tanah kering retak (displacement detail) yang terekspos. Di latar belakang (background) yang tetap dalam fokus tajam (deep focus f/8), arsitektur rumah pedesaan dan dedaunan pohon pisang terlihat jelas ujung-ujungnya (crisp edges). Langit biru bersih tanpa awan. Teknis Kamera & Pencahayaan: Render PBR (Physically Based Rendering) murni. Pencahayaan "Natural Sunlight" dengan "Lighting Falloff" yang tegas. "Depth separation" kuat antara subjek dan latar. "Selective Saturation" menonjolkan warna merah cerah cabai (vibrant subject). "Texture Contrast" sangat jelas antara kilauan kulit buah cabai (glossy skin) dan kain katun (matte fabric). Fokus sangat tajam bagai silet (razor-sharp focus) menyebar merata di seluruh frame tanpa blur sedikitpun. [NEGATIVE PROMPT] pixelated, jpeg artifacts, low resolution, blurry, lossy compression, noise, soft edges, grainy, low detail, pixelation, upscaled poorly, 3d render, illustration, painting, cartoon, anime, studio lighting, perfectly symmetrical pose, center composition, looking directly at camera, depth of field blur, creamy bokeh, blurry background, atmospheric haze, fog, mist, dust, highly edited, cinematic filter, over-polished, volumetric lighting, god rays.
    0 Komentar 0 Bagikan 667 Tampilan