Sponsored
  • siang terik panas matahari, bawa enjoy aja kita selfie..

    PROMPT dikomentar! sikaattt gratisan...

    #selfie #panas #siang #sportcar #aiartwork #boyjunior
    siang terik panas matahari, bawa enjoy aja kita selfie.. 😅 PROMPT dikomentar! sikaattt gratisan... #selfie #panas #siang #sportcar #aiartwork #boyjunior
    Love
    1
    1 Comments 0 Shares 169 Views
  • Threads of the Burning Phoenix

    [GEMINI PROMPT BAHASA INDONESIA]
    JIKA TERLIHAT WAJAH: GUNAKAN FOTO WAJAH PENGGUNA SEBAGAI SUMBER IDENTITAS WAJAH SAJA. TRANSFORMASI DIBATASI KETAT PADA AREA WAJAH. SEMUA ELEMEN LAIN (POSE, FRAMING, KAMERA, LIGHTING, WARNA, TEKSTUR, KOMPOSISI DAN LAIN-LAIN) WAJIB IDENTIK DENGAN HASIL PROMPT INI.

    LOCK: UBAH GAMBAR YANG SAYA UPLOAD INI HANYA SEBAGAI ASPEK RATIO, TERAPKAN SEBAGAI BERIKUT:
    ASPECT RATIO 9:16

    Gaya visual: High Fantasy, Modern Digital Painting (Smooth), Concept Art berkualitas 8K dengan nuansa Unreal Engine 5 PBR rendering.

    Subjek Utama: Seorang sosok Ratu Api (Fire Queen) yang anggun namun mengintimidasi, dengan struktur wajah ras Kaukasia. Pose frontal dengan asimetri yang dinamis: bahu sedikit miring, kepala menunduk tipis (slight head tilt) namun mata menatap tajam, angkuh, dan penuh kuasa ke atas menembus lensa kamera. Lengan terentang lebar menjauh dari tubuh ke sisi kiri dan kanan (wide arm spread asimetris), mengendalikan elemen dengan telapak tangan terbuka menghadap ke atas.

    Anatomi & Karakter:
    Kulit memiliki tekstur Luminous Skin Glow dengan efek Subsurface Scattering (SSS) yang sangat kuat, membiaskan warna magis dari cahaya api. Terdapat retakan mikro bercahaya seperti aliran magma (glowing magma veins) di area leher dan lengan. Pori-pori mikro terlihat halus, tekstur bibir alami dengan rona kehitaman/merah gelap. Mata sangat detail dengan pola iris ray-traced berwarna emas menyala (wet eyes, refleksi catchlight api yang tajam). Rambut pendek bervolume perpaduan warna hitam keemasan dan merah bara, dengan gaya "wispy strands" dan "floating motion", helaian rambut melayang liar secara asimetris berinteraksi dengan angin panas. Di kepalanya bertengger Mahkota asimetris dari kristal obsidian vulkanik (volcanic obsidian crown) bersudut tajam.

    Kostum & Material:
    Mengenakan gaun kebesaran Ratu Api yang didominasi oleh tumpukan kain mewah yang melimpah ruah (Majestic layered fabric Fire Queen attire). Korset dibalut kain brokat merah gelap (dark red brocade) dengan detail sulaman timbul benang emas murni (Heavy gold raised embroidery) bermotif burung phoenix yang sedang mengepakkan sayap dan sulur-sulur api meliuk (intertwining fire tendrils motif) yang sangat rumit dan elegan menutupi seluruh permukaan dadanya. Dominasi visual pada kain: Jubah panjang yang menjuntai dramatis (dramatic trailing cape), selendang yang berkibar, dan rok bervolume dari perpaduan sutra merah tua (crimson satin) dan kain transparan (sheer fabric) berlapis-lapis (layered draping). Ujung-ujung kainnya tampak melayang terdorong hawa panas, dengan efek Weathering/burning edge di mana pinggiran kain melebur menjadi asap dan bara api pelan-pelan. Terapkan Texture Contrast yang kuat: Kilauan benang emas timbul yang keras dan kain sutra memantulkan cahaya (Glossy gold & silk) melawan tumpukan kain sifon transparan yang lembut dan menyerap cahaya (Matte sheer fabric).

    Non-Human Elements & Kinetik:
    Di atas kedua telapak dan pergelangan tangannya terdapat pusaran kobaran api magis yang sangat masif dan meluap-luap (massive roaring firestorms). Pilar lidah api menjilat tinggi ke atas secara asimetris. Percikan api (sparks), bara besar (glowing embers), dan debu sisa pembakaran beterbangan secara intens, sementara helaian kain selendang bermanik-manik ikut melilit di sekitar tubuhnya bagaikan aura energi (kinetic wrapping), menciptakan interaksi kinetik yang sangat dinamis antara pola sulaman kain dan api nyata.

    Lingkungan & Geometri Ruang:
    Latar belakang abstrak yang megah namun gelap, berasap tebal (heavy smoky), dengan hawa panas yang mendistorsi udara (heat wave distortion). Tidak ada ruang geometris yang jelas, hanya pusaran warna hitam pekat, merah marun, dan abu-abu arang dengan sapuan kuas digital (digital brushstrokes) yang menciptakan kedalaman tak terbatas.

    Teknis Kamera, Render & Pencahayaan:
    Lensa 85mm portrait, Razor-sharp focus pada mata dan detail tekstur sulaman emas, Depth separation yang kuat memisahkan Ratu dari background yang blur (Bokeh creamy pada partikel api masif di kejauhan). Pencahayaan dramatis Chiaroscuro dengan "Lighting falloff" yang ekstrem. Sumber cahaya utama (Key light) sangat terang murni berasal dari volume api raksasa di kedua tangannya dan urat magma di tubuhnya (Bottom-up lighting yang intens), menciptakan "Hard shadows" yang pekat dan dramatis di lekukan-lekukan kain, alur sulaman emas, wajah, dan bawah dagu. Volumetric light (God rays dari api) menyelimuti area sekitarnya. Selective Saturation diterapkan: Subjek sangat vibrant (merah, emas, dan oranye menyala pada kain, sulaman, dan api) melawan background yang sangat muted dan Deep blacks (crushed shadows).

    Detail Khusus: Pori-pori kulit mikro, vellus hair, retakan magma di leher, debu abu, tekstur kain bertekstur.

    [NEGATIVE PROMPT]
    cartoon, illustration, 3d render, digital painting, polished, perfect skin, clean background, modern city, symmetrical pose, flat lighting, bright daylight, zero smoke, zero sparks, cheerful expression, smiling, low resolution, pixelated, clay render, low poly, futuristic tech, plain fabric without texture.
    🔥👑 Threads of the Burning Phoenix 👑🔥 [GEMINI PROMPT BAHASA INDONESIA] JIKA TERLIHAT WAJAH: GUNAKAN FOTO WAJAH PENGGUNA SEBAGAI SUMBER IDENTITAS WAJAH SAJA. TRANSFORMASI DIBATASI KETAT PADA AREA WAJAH. SEMUA ELEMEN LAIN (POSE, FRAMING, KAMERA, LIGHTING, WARNA, TEKSTUR, KOMPOSISI DAN LAIN-LAIN) WAJIB IDENTIK DENGAN HASIL PROMPT INI. LOCK: UBAH GAMBAR YANG SAYA UPLOAD INI HANYA SEBAGAI ASPEK RATIO, TERAPKAN SEBAGAI BERIKUT: ASPECT RATIO 9:16 Gaya visual: High Fantasy, Modern Digital Painting (Smooth), Concept Art berkualitas 8K dengan nuansa Unreal Engine 5 PBR rendering. Subjek Utama: Seorang sosok Ratu Api (Fire Queen) yang anggun namun mengintimidasi, dengan struktur wajah ras Kaukasia. Pose frontal dengan asimetri yang dinamis: bahu sedikit miring, kepala menunduk tipis (slight head tilt) namun mata menatap tajam, angkuh, dan penuh kuasa ke atas menembus lensa kamera. Lengan terentang lebar menjauh dari tubuh ke sisi kiri dan kanan (wide arm spread asimetris), mengendalikan elemen dengan telapak tangan terbuka menghadap ke atas. Anatomi & Karakter: Kulit memiliki tekstur Luminous Skin Glow dengan efek Subsurface Scattering (SSS) yang sangat kuat, membiaskan warna magis dari cahaya api. Terdapat retakan mikro bercahaya seperti aliran magma (glowing magma veins) di area leher dan lengan. Pori-pori mikro terlihat halus, tekstur bibir alami dengan rona kehitaman/merah gelap. Mata sangat detail dengan pola iris ray-traced berwarna emas menyala (wet eyes, refleksi catchlight api yang tajam). Rambut pendek bervolume perpaduan warna hitam keemasan dan merah bara, dengan gaya "wispy strands" dan "floating motion", helaian rambut melayang liar secara asimetris berinteraksi dengan angin panas. Di kepalanya bertengger Mahkota asimetris dari kristal obsidian vulkanik (volcanic obsidian crown) bersudut tajam. Kostum & Material: Mengenakan gaun kebesaran Ratu Api yang didominasi oleh tumpukan kain mewah yang melimpah ruah (Majestic layered fabric Fire Queen attire). Korset dibalut kain brokat merah gelap (dark red brocade) dengan detail sulaman timbul benang emas murni (Heavy gold raised embroidery) bermotif burung phoenix yang sedang mengepakkan sayap dan sulur-sulur api meliuk (intertwining fire tendrils motif) yang sangat rumit dan elegan menutupi seluruh permukaan dadanya. Dominasi visual pada kain: Jubah panjang yang menjuntai dramatis (dramatic trailing cape), selendang yang berkibar, dan rok bervolume dari perpaduan sutra merah tua (crimson satin) dan kain transparan (sheer fabric) berlapis-lapis (layered draping). Ujung-ujung kainnya tampak melayang terdorong hawa panas, dengan efek Weathering/burning edge di mana pinggiran kain melebur menjadi asap dan bara api pelan-pelan. Terapkan Texture Contrast yang kuat: Kilauan benang emas timbul yang keras dan kain sutra memantulkan cahaya (Glossy gold & silk) melawan tumpukan kain sifon transparan yang lembut dan menyerap cahaya (Matte sheer fabric). Non-Human Elements & Kinetik: Di atas kedua telapak dan pergelangan tangannya terdapat pusaran kobaran api magis yang sangat masif dan meluap-luap (massive roaring firestorms). Pilar lidah api menjilat tinggi ke atas secara asimetris. Percikan api (sparks), bara besar (glowing embers), dan debu sisa pembakaran beterbangan secara intens, sementara helaian kain selendang bermanik-manik ikut melilit di sekitar tubuhnya bagaikan aura energi (kinetic wrapping), menciptakan interaksi kinetik yang sangat dinamis antara pola sulaman kain dan api nyata. Lingkungan & Geometri Ruang: Latar belakang abstrak yang megah namun gelap, berasap tebal (heavy smoky), dengan hawa panas yang mendistorsi udara (heat wave distortion). Tidak ada ruang geometris yang jelas, hanya pusaran warna hitam pekat, merah marun, dan abu-abu arang dengan sapuan kuas digital (digital brushstrokes) yang menciptakan kedalaman tak terbatas. Teknis Kamera, Render & Pencahayaan: Lensa 85mm portrait, Razor-sharp focus pada mata dan detail tekstur sulaman emas, Depth separation yang kuat memisahkan Ratu dari background yang blur (Bokeh creamy pada partikel api masif di kejauhan). Pencahayaan dramatis Chiaroscuro dengan "Lighting falloff" yang ekstrem. Sumber cahaya utama (Key light) sangat terang murni berasal dari volume api raksasa di kedua tangannya dan urat magma di tubuhnya (Bottom-up lighting yang intens), menciptakan "Hard shadows" yang pekat dan dramatis di lekukan-lekukan kain, alur sulaman emas, wajah, dan bawah dagu. Volumetric light (God rays dari api) menyelimuti area sekitarnya. Selective Saturation diterapkan: Subjek sangat vibrant (merah, emas, dan oranye menyala pada kain, sulaman, dan api) melawan background yang sangat muted dan Deep blacks (crushed shadows). Detail Khusus: Pori-pori kulit mikro, vellus hair, retakan magma di leher, debu abu, tekstur kain bertekstur. [NEGATIVE PROMPT] cartoon, illustration, 3d render, digital painting, polished, perfect skin, clean background, modern city, symmetrical pose, flat lighting, bright daylight, zero smoke, zero sparks, cheerful expression, smiling, low resolution, pixelated, clay render, low poly, futuristic tech, plain fabric without texture.
    0 Comments 0 Shares 992 Views
  • Neon Drift in the Cybernetic Underworld

    JIKA TERLIHAT WAJAH: GUNAKAN FOTO WAJAH PENGGUNA SEBAGAI SUMBER IDENTITAS WAJAH SAJA. TRANSFORMASI DIBATASI KETAT PADA AREA WAJAH. SEMUA ELEMEN LAIN (POSE, FRAMING, KAMERA, LIGHTING, WARNA, TEKSTUR, KOMPOSISI DAN LAIN-LAIN) WAJIB IDENTIK DENGAN HASIL PROMPT INI.

    Fotografi potret sinematik, sudut pandang sejajar mata (eye-level), fokus tajam (razor-sharp focus) pada seorang wanita muda bergaya cyberpunk distopia yang duduk asimetris di atas aspal basah. Subjek duduk santai dengan postur condong ke depan. Ia memegang sebuah papan seluncur siber berteknologi tinggi (cybernetic skateboard) secara vertikal di depannya. Satu lengan bersandar rileks menyilang di ujung atas papan seluncur, sedangkan lengan lainnya bertumpu pada lutut yang tertekuk.

    Karakter & Anatomi: Kulit pucat dengan detail pori-pori mikro, subsurface scattering, dan kilau keringat tipis (luminous skin glow). Terlihat garis panel siber (cyberware panel lines) metalik halus yang tertanam di area leher dan rahang. Bibir bertekstur alami dengan tindik (piercing) gelap. Riasan mata gelap (smudged eyeliner) dengan implan mekanik kecil di pelipis. Rambut cute korean bob hitam yang disisipi untaian kabel fiber optik menyala kecil, beberapa helai rambut tipis (wispy strands) beterbangan. Terdapat tato sirkuit elektronik tinta hitam di pergelangan tangan yang terekspos.

    Kostum & Papan Seluncur (Non-Human Elements): Jaket denim hitam keabuan yang sangat usang (weathering), diperkuat dengan pelat keramik (ceramic plating) dan strip LED sian yang berkedip redup di area kerah. Di balik jaket, ia mengenakan kaos hitam kusam dengan cetakan teks tebal bercahaya (glowing text) "BREAK THE RULES" berwarna ungu neon. Celana jeans hitam ketat dengan robekan besar. Sepatu bot tempur lapis baja (armored combat boots) dengan mekanisme hidrolik mini di tumit. Papan seluncur siber (cybernetic skateboard) memiliki dek serat karbon (carbon fiber deck) yang tergores (chipped paint) dan hangus terbakar, menggunakan roda magnetik tanpa poros (hubless magnetic wheels) yang memancarkan plasma biru, stiker peringatan bahaya radiasi, dan ventilasi uap (steam venting) menyala di bagian bawahnya.

    Lingkungan & Geometri: Jalanan bawah tanah kota mega-futuristik di malam hari. Permukaan tanah adalah aspal kasar yang terbelah dengan uap panas keluar dari jeruji besi, sangat basah (wetness) menciptakan pantulan cermin (refraction) genangan air yang memantulkan lampu neon. Latar belakang menampilkan hologram raksasa transparan dan deretan papan reklame neon bersinar terang dengan tulisan bahasa Indonesia "CYBERPUNK" dalam pendaran kuning dan pink.

    Pencahayaan & Atmosfer: Atmosfer distopia berkabut (atmospheric haze) bercampur asap buangan kota. Pendaran cahaya volumetrik (volumetric light) memotong kabut. Skema warna cyberpunk ekstrim: magenta pekat, sian laser, dan kuning neon. Cahaya latar (backlight) ungu kuat menciptakan garis tepi (rim light) pada siluet tubuh, rambut fiber optik, dan tepi serat karbon papan seluncur. Lighting falloff yang dramatis dari area neon terang ke bayangan lorong yang pekat (deep blacks). Subjek dengan aksen neon menyala menonjol di tengah lingkungan yang kotor dan gelap (selective saturation).

    Teknis Kamera & Render: Resolusi 16K, Unreal Engine 5 PBR (Physically Based Rendering). Lensa 35mm (sedikit wide) dengan aperture f/1.8 menghasilkan efek suar lensa horizontal (anamorphic lens flare) pada latar belakang, menciptakan kedalaman ruang dan pemisahan subjek (depth separation) yang sempurna. Tekstur kontras tinggi (texture contrast): kilap logam, aspal basah, dan roda plasma melawan tekstur matte dari kain denim kusam dan beton. Film grain kasar (heavy ISO noise) dan chromatic aberration di tepi lensa untuk nuansa mentah dan gritty.

    LOCK: UBAH GAMBAR YANG SAYA UPLOAD INI HANYA SEBAGAI ASPEK RATIO, TERAPKAN SEBAGAI BERIKUT:
    ASPECT RATIO 9:16

    [NEGATIVE PROMPT]
    wooden skateboard, normal wheels, sunlight, daylight, bright sky, crystal clear air, zero haze, symmetrical pose, clean clothes, flawless pristine setting, bright pastel colors, flat lighting, 2d illustration, vector art, anime, manga, text in english, text "chi3", text "break the rules", center framing, studio lighting, white background, dry floor, plain clothes, untextured skin.
    🛹 Neon Drift in the Cybernetic Underworld 🦾 JIKA TERLIHAT WAJAH: GUNAKAN FOTO WAJAH PENGGUNA SEBAGAI SUMBER IDENTITAS WAJAH SAJA. TRANSFORMASI DIBATASI KETAT PADA AREA WAJAH. SEMUA ELEMEN LAIN (POSE, FRAMING, KAMERA, LIGHTING, WARNA, TEKSTUR, KOMPOSISI DAN LAIN-LAIN) WAJIB IDENTIK DENGAN HASIL PROMPT INI. Fotografi potret sinematik, sudut pandang sejajar mata (eye-level), fokus tajam (razor-sharp focus) pada seorang wanita muda bergaya cyberpunk distopia yang duduk asimetris di atas aspal basah. Subjek duduk santai dengan postur condong ke depan. Ia memegang sebuah papan seluncur siber berteknologi tinggi (cybernetic skateboard) secara vertikal di depannya. Satu lengan bersandar rileks menyilang di ujung atas papan seluncur, sedangkan lengan lainnya bertumpu pada lutut yang tertekuk. Karakter & Anatomi: Kulit pucat dengan detail pori-pori mikro, subsurface scattering, dan kilau keringat tipis (luminous skin glow). Terlihat garis panel siber (cyberware panel lines) metalik halus yang tertanam di area leher dan rahang. Bibir bertekstur alami dengan tindik (piercing) gelap. Riasan mata gelap (smudged eyeliner) dengan implan mekanik kecil di pelipis. Rambut cute korean bob hitam yang disisipi untaian kabel fiber optik menyala kecil, beberapa helai rambut tipis (wispy strands) beterbangan. Terdapat tato sirkuit elektronik tinta hitam di pergelangan tangan yang terekspos. Kostum & Papan Seluncur (Non-Human Elements): Jaket denim hitam keabuan yang sangat usang (weathering), diperkuat dengan pelat keramik (ceramic plating) dan strip LED sian yang berkedip redup di area kerah. Di balik jaket, ia mengenakan kaos hitam kusam dengan cetakan teks tebal bercahaya (glowing text) "BREAK THE RULES" berwarna ungu neon. Celana jeans hitam ketat dengan robekan besar. Sepatu bot tempur lapis baja (armored combat boots) dengan mekanisme hidrolik mini di tumit. Papan seluncur siber (cybernetic skateboard) memiliki dek serat karbon (carbon fiber deck) yang tergores (chipped paint) dan hangus terbakar, menggunakan roda magnetik tanpa poros (hubless magnetic wheels) yang memancarkan plasma biru, stiker peringatan bahaya radiasi, dan ventilasi uap (steam venting) menyala di bagian bawahnya. Lingkungan & Geometri: Jalanan bawah tanah kota mega-futuristik di malam hari. Permukaan tanah adalah aspal kasar yang terbelah dengan uap panas keluar dari jeruji besi, sangat basah (wetness) menciptakan pantulan cermin (refraction) genangan air yang memantulkan lampu neon. Latar belakang menampilkan hologram raksasa transparan dan deretan papan reklame neon bersinar terang dengan tulisan bahasa Indonesia "CYBERPUNK" dalam pendaran kuning dan pink. Pencahayaan & Atmosfer: Atmosfer distopia berkabut (atmospheric haze) bercampur asap buangan kota. Pendaran cahaya volumetrik (volumetric light) memotong kabut. Skema warna cyberpunk ekstrim: magenta pekat, sian laser, dan kuning neon. Cahaya latar (backlight) ungu kuat menciptakan garis tepi (rim light) pada siluet tubuh, rambut fiber optik, dan tepi serat karbon papan seluncur. Lighting falloff yang dramatis dari area neon terang ke bayangan lorong yang pekat (deep blacks). Subjek dengan aksen neon menyala menonjol di tengah lingkungan yang kotor dan gelap (selective saturation). Teknis Kamera & Render: Resolusi 16K, Unreal Engine 5 PBR (Physically Based Rendering). Lensa 35mm (sedikit wide) dengan aperture f/1.8 menghasilkan efek suar lensa horizontal (anamorphic lens flare) pada latar belakang, menciptakan kedalaman ruang dan pemisahan subjek (depth separation) yang sempurna. Tekstur kontras tinggi (texture contrast): kilap logam, aspal basah, dan roda plasma melawan tekstur matte dari kain denim kusam dan beton. Film grain kasar (heavy ISO noise) dan chromatic aberration di tepi lensa untuk nuansa mentah dan gritty. LOCK: UBAH GAMBAR YANG SAYA UPLOAD INI HANYA SEBAGAI ASPEK RATIO, TERAPKAN SEBAGAI BERIKUT: ASPECT RATIO 9:16 [NEGATIVE PROMPT] wooden skateboard, normal wheels, sunlight, daylight, bright sky, crystal clear air, zero haze, symmetrical pose, clean clothes, flawless pristine setting, bright pastel colors, flat lighting, 2d illustration, vector art, anime, manga, text in english, text "chi3", text "break the rules", center framing, studio lighting, white background, dry floor, plain clothes, untextured skin.
    Like
    2
    1 Comments 0 Shares 723 Views